Selasa, 13 Desember 2011

ringkasan mata kuliah linguistik lanjut

Struktur

Struktur adalah bagaimana bagian-bagian dari sesuatu berhubungan satu dengan lain atau bagaimana sesuatu tersebut disatukan. Struktur adalah sifat fundamental bagi setiap sistem. Identifikasi suatu struktur adalah suatu tugas subjektif, karena tergantung pada asumsi kriteria bagi pengenalan bagian-bagiannya dan hubungan mereka. Karenanya, identifikasi kognitif suatu struktur berorientasi tujuan dan tergantung pada pengetahuan yang ada.

urutan kata
 urutan kata adalah penempatan kata dalam deretan tertentu menurut norma suatu bahasa, baik dalam tingkat kalimat dan klausa, maupun dalam tingkat frasa . Beberapa bahasa memiliki urutan kata yang relatif kaku untuk menyampaikan makna gramatikalnya, sedangkan beberapa bahasa lain mengizinkan keluwesan terutama untuk menyampaikan informasi pragmatis seperti untuk penyampaian topik atau penekanan tertentu. Namun, sebagian besar bahasa memiliki suatu urutan kata yang lebih dipilih untuk digunakan. Bagi sebagian besar bahasa, urutan kata dasar dapat diperikan dalam predikat (P) dan argumennya: subjek (S) dan objek (O). Ada enam urutan kata dasar untuk kalimat transitif: subjek-predikat-objek (SPO), subjek-objek-predikat (SOP), predikat-subjek-objek (PSO), predikat-objek-subjek (POS), objek-subjek-predikat (OSP), serta objek-predikat-subjek (OPS). Mayoritas bahasa di dunia menggunakan urutan kata SPO  atau SOP, dengan sejumlah kecil, namun cukup penting, bahasa menggunakan urutan kata PSO. Tiga urutan kata lain sangat jarang ditemukan dengan urutan (dari yang terbanyak penggunaannya) sebagai berikut: POS, OSP, dan OPS .

Tagmemik

Tagmemik atau gramatika tagmemik adalah teori linguistik yang dipelopori oleh Kenneth L. Pike dari Summer Institute of Linguistics (SIL). Teori ini mewarisi pandangan-pandangan Bloomfield dan Sapir dan bersifat strukturalistis dan antropologis. Pike menyatakan bahasa bahasa dapat dipandang dari perspektif gelombang, perspektif medan, dan perspektif partikel, dan dalam penelitian bahasa perlu dibedakan satuan bahasa etik dan emik. Dalam teori ini bahasa diperlakukan sebagai struktur yang mempunyai 3 hierarki yang semiotonom: fonologi, gramatika, dan leksikon. Analisis gramatika tidak terbatas pada kalimat melainkan sampai ke wacana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar